Friday, February 15, 2008

Nasib Orang Pinggiran

Beginilah nasib orang pinggiran yang mendambakan jalan raya yang hitam dan mulus. Bagaimana tidak sepanjang jalan menuju perumahan (Bekasi Timur Regensi) amat sangat susah bagi kita untuk menentukan mana jalan yang berlubang dan tidak karena hampir semua jalan memang berlubang. Jangan kan Jalan Raya Setu yang merupakan jalan antar kecamatan, Jalan Raya Narogong (Jl. Siliwangi) yang notabene jalan antar propinsi dan juga merupakan jalan yang banyak di lalui mobil container amat sangat rusak parah. Dan juga karena rusaknya jalan, semua mobil jadi lambat hal ini mengakibatkan kemacetan … Bapak Ibu yang ada di Pemerintahan kotamadya Bekasi mohan perhatianya dong dan juga perbaikan (ops kalau perhatian mungkin sudah perhatiin kali ya, tapi …). Jangan hanya pajaknya saja yang diminta … hasil pajaknya koq gak ada …!

PS:Kalau perbaikan aspalnya jangan asal karena gak mungkin bertahan lama loh trus kalau dibeton juga jangan pilih tempat yang lubangnya sedikit, semunya dong!

3 comments:

Dimas said...

Yah...bu. Yang namanya hidup aja gak mulus, gimana kalo cuman jalan bu? Jeblos kali !

Tapi kalo soal pajak dll emang perlu diteliti lagi deh penggunaannya. Kan sebagai warga negara kita wajib membayar pajak dan ber-HAK MENDAPATKAN JALAN YANG MULUS!! Hidup jalan mulus !!

artja said...

susah memang, mbak. pemkot nggak pernah serius melayani masyarakat. kalaupun ada perbaikan, kontraktornya tidak akan mengupayakan agar jalan tersebut tahan sampai bertahun-tahun (ntar nggak ada proyek lagi, dong...).

angin-berbisik said...

sabar mbak...kita sbg orang cilik emang baru bisa nrima...entah di salurin kemana uang pajak yg udah dibayarkan, hehehe....tapi emang pemerintah harusnya konsisten bekerja sama dengan dinas lalu lintas, bahwa truk2 bermuatan besar tidak boleh lewat di jalur kota.